RSS

Secangkir Teh Ingatkan Palestina

Hampir setiap petang sepulang kerja, istri selalu menawarkan teh manis kepada saya. “Minum teh hangat ya bi,” kata istri. Aktivitas selama setengah hari, menahan sengatan matahari, bertempur dengan deru knalpot dan berlari mengejar nara sumber. Itulah aktivitas rutin saya sejak bekerja sebagai jurnalis di sebuah harian lokal, beberapa tahun terakhir ini.
Secangkir teh itu, rasanya nikmat dan mampu mengilangkan kelelahan, kepenatan dan sedikit stres. Suasana terasa hidup dengan ceriwisnya Fadia, anak saya yang baru usia 8 bulan. “Ha,ha,…” teriak Fadia setiap kali diajak bermain. Secangkir teh hangat memang menjadi teman setia saya setiap pulang kerja. Meski terkadang tidak habis sehingga membuat istri “nyanyi-nyanyi” kepada saya.selengkapnya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Nika mengatakan...

wah.. anak mu sebesar anak saya la. Comel sungguh!. Alangkah bahagianya kehidupan kita tetapi amat perit melihat penderitaan rakyat palestin.

Profil kami mengatakan...

oh ya, anak bu nika pasti lucu deh. terima kasih mau mampur ke gubug saya. kapan mau mampir ke Banten