Di saat deburan ombak mulai terdengar nyaring, hembusan angin laut pun terasa merinding. Ketika itulah Ade Putra (11) bersama ayahnya Saikam, sekira pukul 03.00 dini hari bangun untuk bergulat di tengah laut mencari ikan guna menyambung kelangsungan hidup mereka.Rutinitas seperti ini sudah dilakukan Ade sejak usia 10 tahun. Maklum, sejak status siswanya hilang akibat himpitan ekonomi dua tahun lalu. Ade selalu menemani ayahnya mencari ikan di tengah gelombang laut. “Kalau ombaknya lagi tinggi saya tidak boleh ikut sama bapak,” kata Ade, bocah yang hanya menamatkan kelas 4 sekolah dasar ini, kepada Radar Banten, di belakang rumahnya di pinggir pantai Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Sabtu (6/9).selengkapnya






0 komentar:
Posting Komentar